BELAJAR MATEMATIKA DI MGMP

Jumat, 07 Maret 2014

ALAMAT CEK SKTP 2014

http://223.27.144.195/info.php
http://223.27.144.195:8083/info.php
http://223.27.144.195:8082/info.php
http://223.27.144.195:8081/info.php

Sabtu, 21 Desember 2013

Jadwal Olah Data Untuk Pencairan Tunjangan Dikdas 2014


Sedikit meninggalkan permasalahan yang masih terjadi pada pendataan dapodik 2012 yang berakibat pada tersendatnya pencairan tunjangan tahun 2013 dan sebagainya. Alangkah baiknya para operator dan para ptk, terutama penerima tunjangan sudah mulai mempersiapkan diri untuk mengetahui kapan proses pendataan masuk kemudian data kita diolah termasuk saat kapan bisa diperbaiki terutama terkait tunjangan tahun 2014 agar permasalahan yang terjadi sebelumnya bisa dihindari.



Rencana 2014 terkait tunjangan :
  • Semua penerbitan SK Tunjangan berdasarkan dapodik versi baru. (Dapodikdas 2013)
  • Data yang digunakan untuk penerbitan SK tunjangan adalah :
  1. Data Semester  Genap  2013-2014 untuk pembayaran tunjangan periode januari sd juni 2014
  2. Data Semester  Ganjil 2014-2015 untuk pembayaran tunjangan periode juli sd desember 2014
Jan-Feb 2014 : Periode Updating Data
  • Para Guru dipersilahkan melakukan pembaharuan data melalui Aplikasi dapodik untuk data semester 2 TA. 2013-2014.
  • Sinkronisasi antara Server Dapodik dan Server P2TK Dikdas akan dilakukan secara rutin setiap hari.
  • Para guru dipersilahkan melakukan pengecekan data melalui Halaman Verifikasi Guru (Info Guru)
  • P2TK akan melakukan Penutupan Sinkronisasi (Closing) data pada tanggal 1 Maret 2014, maka sejak tanggal ini pembaharuan pada aplikasi dapodik untuk Tri Wulan 1 tidak akan masuk ke server P2TK Dikdas.
  • Kesalahan pengentrian pada  aplikasi dapodik yang menyebabkan kerugian apapun pada Guru menjadi tanggung jawab Guru ybs, karena sudah diberikan waktu untuk pengecekan melalui lembar info guru.
Tgl 1-15 Maret 2014 : Periode Pengolahan Data TW1
P2Dikdas akan melakukan pengolahan sbb :
  1. Penghitungan jumlah jam mengajar
  2. Penghitungan jumlah murid
  3. Penghitungan jumlah jam rombel
  4. Pengecekan Data Sarana dan Prasarana (Perpustakaan dan laboratorium)
  5. Pengecekan Tugas Tambahan, dll
Hasil pengolahan akan menentukan :
  1. Nominasi penerima Aneka Tunjangan untuk semua kabupaten / kota
  2. Guru bersertifikat pendidik yang dapat di SK kan untuk mendapatkan hak bayar pada Triwulan 1 (jan-mar 2014)
16-23 Maret 2014 : Periode Pengusulan SK
  • Operator Dinas Kab/Kota melakukan pengusulan untuk :
  1. Penerima Tunjangan Fungsional (Semester  1)
  2. Penerima Bantuan Kualifikasi Akademik (Semester 1)
  3. Penerima Tunjangan Guru Daerah Khusus (Triwulan 1)
  4. Penerima Tunjangan Profesi  (Triwulan 1)
  • Dinas Provinsi melakukan kordinasi dengan Dinas Kab/kota.
  • Operator Dinas Prov. melakukan Penyetujuan/Penolakan atas usulan kab/kota
24 -31 Maret 2014 : Periode Penerbitan SK
  • P2TK Dikdas akan menerbitkan SK Tunjangan Profesi dan Aneka Tunjangan bagi guru guru yang dinyatakan memenuhi syarat memperoleh Tunjangan.
  • Walaupun SK Penerima Tunjangan berlaku setahun, namun dalam proses pembayaran harus memperhatikan pemenuhan syarat penerima tunjangan, misalnya :
  1. Status Aktif guru (Aktif/Cuti/Wafat/Pensiun/dll)
  2. Status Kepegawaian (PNS/GTT/GTY/dll)
April 2014 : Periode Pembayaran TW1 & SMT1
  • Penerima SK TP yang terbit pada bulan maret 2014 berhak menerima Tunjangan Profesi untuk Triwulan 1 (januari-maret), kecuali untuk Guru yang wafat/pensiun/cuti di tengah triwulan. Jumlah hak bulan disesuaikan dengan masa aktif. Misalnya pensiun maret 2014 maka ybs berhak 2 bulan saja.
  • Penerima SK-TF yang terbit pada bulan maret 2014 berhak menerima T. Fungsional untuk Semester 1 (periode januari sd juni 2014).
  • Penerima SK-Tunjangan Kualifikasi yang terbit pada bulan maret 2014 berhak menerima T. Kualifikasi untuk Semester 1 (periode januari sd juni 2014).
  • Penerima SK-Tunjangan Khusus yang terbit pada bulan maret 2014 berhak menerima T. Khusus untuk Triwulan 1 (periode januari sd Maret 2014)
Mei 2014 : Periode Updating Data Dapodik Susulan TW2
Pada bulan Mei 2014, P2TK Dikdas akan membuka kembali sinkronisasi dengan Server Dapodik. Hal ini untuk mengakomodasi pembaharuan data yang diakibatkan :
  1. Guru tidak mendapat jam pada Triwulan 1 namun dapat memenuhi pada Triwulan 2.
  2. Adanya peralihan jam karena Guru Mutasi, Wafat atau Pensiun setelah Triwulan 1.
1-14 Juni 2014 : Periode Pengolahan Data Susulan TW2
  • P2TK akan kembali melakukan Closing data pada tanggal 1 juni 2014 untuk data Dapodik TW2.
  • P2TK akan melakukan pengolahan data dapodik yang masuk per 1 juni 2014.
  • Hasil dari pengolahan data tersebut akan menentukan penerima Tunjangan Profesi pada TW 1 yang tidak berhak lagi menerima pada TW2 yang diakibatkan :
  1. Kehilangan jam mengajar pada TW2.
  2. Tidak aktif menurut dapodik karena sakit, pensiun, wafat, cuti, dll
  3. Dibatalkan tunjangannya karena sebab sebab tertentu oleh dinas kabupaten/Kota
  • Hasil dari pengolahan data tersebut akan menentukan penerima Tunjangan Profesi
  1. Guru bersertifikat pendidik  yang yang belum mendapat  SKTP pada bulan maret (tidak mendapat tunjangan TW1), namun sudah memenuhi syarat untuk TW2.
  2. Nominasi Tunjangan Khusus yang dapat menggantikan penerima tunjangan yang dibatalkan pada TW 2 karena sebab-sebab tertentu.
  3. Penerima Tunjangan Khusus pada TW 1 yang tidak berhak lagi menerima pada TW2 yang diakibatkan hal yang sama dengan Tunjangan Profesi.
15-23 Juni : Periode Pengusulan Susulan
Dinas Kab/kota melakukan pengusulan untuk Penerima Tunjangan Profesi susulan.
Dinas Kab/kota melakukan pengusulan untuk Penerima Tunjangan Khusus Pengganti
Dinas Provinsi melakukan Kordinasi dengan Dinas Kab/Kota
Dinas Provinsi melakukan penyetujuan/penolakan usulan dinas Kab/Kota

23-31 Juni :Periode Penerbitan SK Susulan TW2
  • P2TK Diknas akan menerbitkan SK Tunjangan Profesi bagi guru guru yang dinyatakan memenuhi syarat memperoleh Tunjangan pada TW2 namun belum di sk kan pada TW1.
  • P2TK akan menerbikan SK tunjangan Khusus pengganti untuk TW2 (jika ada)
Juli 2014 : Periode Pembayaran TW2
  • Penerima SK TP yang terbit pada bulan Maret 2014 berhak menerima Tunjangan Profesi untuk Triwulan 2 (april-juni), kecuali untuk Guru yang dinyatakan kehilangan haknya akibat tidak memenuhi syarat, misalnya kehilangan jam mengajar pada TW2, wafat, pensiun atau sebab lain sesuai peraturan yang berlaku.
  • Penerima SK TP yang terbit pada bulan Juni 2014 berhak menerima Tunjangan Profesi untuk Triwulan 2 (april-juni), kecuali untuk Guru yang wafat/pensiun/cuti di tengah triwulan. Jumlah hak bulan disesuaikan dengan masa aktif. Misalnya pensiun Juni 2014 maka ybs berhak 2 bulan saja.
  • Penerima SK-Tunjangan Khusus yang terbit pada bulan maret 2014 namun dibatalkan karena sebab sebab tertentu tidak berhak mendapatkan tunjangan untuk Triwulan 2.
  • Penerima SK Tunjangan Khusus Pengganti berhak menerima Tunjangan (hanya) untuk TW2 saja.
Sumber: http://herlambank.blogspot.com

Kamis, 31 Oktober 2013

PRINSIP YANG HARUS DIMILIKI PEMIMPIN



Dua prinsip yang harus dimiliki pemimpin, yaitu NGAYOMI dan NGAYEMI. Ngayomi itu berarti melindungi. Jika bawahan memiliki kekurangan atau melakukan kesalahan, pemimpin harus berusaha menutupi kekurangan dan mengoreksi kesalahan bawahan dengan cara yang santun. Nyayemi itu berarti menentramkan bawahan. Tak harus diwujudkan dengan makanan enak atau minuman segar, cukuplah dengan pandangan mata yang teduh, ucapan yang rendah hati, dan senyuman penuh keikhlasan. Jika sudah menerapkan dua prinsip tersebut, pemimpin itu pasti teramat berkesan di hati bawahan: KEBERADAANNYA DICINTAI DAN KETIADAANNYA DIRINDUKAN.

ALKHAMDULILAH BISA ENTRI LAGI

Jumat, 12 April 2013

PREDIKSI SOAL UN MATEMATIKA SMP


UJIAN NASIONAL 2011/2012

A.    Dasar Hukum 
1.      Permendiknas No. 59 Tahun 2011 ttg            Kriteria Kelulusan,
2.      Permendiknas No. 46 Tahun 2011 ttg            Pelaksanaan US  dan UN,
3.      POS UN dari BSNP Tahun 2011,

B.     Tujuan Ujian Nasional
Menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi

C.     Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: 
1.      pemetaaan mutu program dan/atau satuan pendidikan
2.      dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.
3.      penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan
4.      pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk  meningkatkan mutu pendidikan

D.    Penyiapan Naskah Soal US/M dan U  
  1. Kisi-kisi US/M dan UN disusun berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada Permen 22 tahun 2006 tentang Standar Isi
  2. Kisi-kisi US/M ditetapkan oleh satuan pendidik
  3. Kisi-kisi UN ditetapkan oleh BSNP
  4. Penyiapan naskah soal UN
  5.  Penentuan soal UN diambil dari Bank soal UN
  6. Perakitan soal dan pembuatan master soal UN
E.     Jenis dan jumlah soal UN  
  1.  Soal terdiri dari 5 paket
  2. Jenis soal: Pilihan Ganda  
  3. Waktu: 120 menit
  4. Bahasa Indonesia: 50 butir soal
  5. Bahasa Inggris: 50 butir soal
  6. Matematika: 40 butir soal
  7. IPA (Fisika dan Biologi): 40 butir soal 
F.      Kriteria Kelulusan
  1. Telah menyelesaikan proses pembelajaran mulai kelas 7 sampai kelas 9.
  2. Memperoleh nilai ‘baik’ pada kelompok mata pelajaran Agama, Kepribadian, Kewarganegaraan, Kesenian dan Penjaskes. 
  3. Lulus Ujian Sekolah (US) untuk Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
  4. Lulus Ujian Nasional (UN) meliputi mata pelajaran B. Indonesia, B. Inggris, Matematika dan IPA.
G.    Nilai
Pahami istilah-istilah berikut:
  1. NS: Nilai Sekolah
  2. NUS: Nilai Ujian Sekolah
  3.  NUN: Nilai Ujian Nasional
  4. NR: Rata-rata Nilai Rapor semester 1-5
  5. NA: Nilai Akhir 
  6.  Nilai Sekolah (NS) diperoleh dengan rumus:
      NS = 0,6 X NUS + 0,4 X NR 

7. Nilai Akhir (NA), dengan menggunakan rumus:
      NA = 0,6 X NUN + 0,4 X NS

H.    Kriteria Kelulusan dari UN, untuk SMP ditetapkan BSNP
Berdasarkan Nilai Akhir (NA), dengan menggunakan rumus:

NA = 0,6 X NUN + 0,4 X NS

Lulus, jika rata-rata NA keseluruhan minimal 5,5 dan NA tiap mata pelajaran paling rendah 4,0.

I.       Ujian Nasional merupakan salah satu momok bagi :
  1. Siswa : Diakui atau tidak, ujian nasional merupakan salah satu hal yang menakutkan bagi siswa terutama siswa yang masuk katagori low competency. Bagi mereka sekolah tiga tahun bisa berakhir dengan penyesalan dan uraian air mata akibat penggunaan hasil ujian nasional sebagai salah satu syarat penentuan kelulusannya. Di balik ketidakpahaman mereka bahwa hasil ujian nasional hanyalah salah satu saja dari empat kriteria seorang siswa dinyatakan lulus atau tidak, mereka bingung harus bagaimana. Dalam hal ini diperlukan peran guru dan orang tua dalam membimbing dan mengantarkan siswa untuk siap menghadapi ujian nasional dengan baik.
  2. Orang tua/wali siswa : Bagi orang tua yang tinggal di lingkungan perkotaan (dekat dengan sekolah RSSN, SSN, RSBI, SBI) memiliki kekawatiran yang lebih besar dibanding dengan mereka yang tinggal di daerah sekolah potensial maupun rintisan (pinggiran) dalam menghadapi ujian nasional. Berbagai upaya mereka lakukan misalnya dengan mengikutsertakan anaknya dalam bimbingan belajar maupun les privat dengan harapan anaknya sukses mengikuti ujian nasional. Mereka yang tinggal di daerah pinggiran umumnya kurang peduli dalam menghadapi ujian nasional anak-anaknya.

J.       Yang perlu dilakukan adalah 
  1. Siswa : mempersiapkan diri dengan belajar secara efektif dan mengikuti setiap program sekolah yang menunjang suksesnya pelaksanaan ujian nasional.
  2. Guru : Membimbing dan melatih siswa dengan sepenuh hati agar siap dan sukses mengikuti ujian nasional, menyiapkan materi refresh beserta soal-soal prediksi berdasarkan indikator-indikator yang terdapat dalam standar kompetensi lulusan (SKL) ujian nasional tahun sebelumnya. Berkaitan dengan hal tersebut perlu adanya upaya penelaahan SKL ujian nasional yang dikaitkan dengan SK-KD dalam Standar Isi.
  3. Sekolah : menciptakan suasana yang kondusif agar proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan standar proses, mengubah pola pikir bahwa ujian nasional bukan hanya beban bagi guru mapel UN kelas IX saja, tetapi setiap guru mempunyai kontribusi dalam mengantarkan siswa menghadapi ujian nasional, menjalin komunikasi yang baik dengan orangtua/wali siswa.
  4. Orangtua: menjalin komunikasi dengan sekolah, memantau belajar anaknya, mendukung program sekolah (pengayaan melalui jam tambahan) dalam rangka mensukseskan pelaksanaan ujian nasional.
  5. Yakinlah bahwa Ujian Nasional bukanlah sesuatu yang menakutkan manakala kita persiapkan segala sesuatunya dengan baik dengan mengacu pada standar proses yang ada.
  6. Jadikan hari ini sebagai momentum untuk menorehkan sesuatu yang terbaik dalam hidup kita dengan bercermin apa yang terjadi kemarin serta memandang asa yang ada di depan kita  

    Unduh/Downlod kumpulan soal – soal predikasi UN dan soal – soal UN Matematika SMP dengan cara mengklik tulisan dibawah ini: